Sanji menatap jam dinding, percuma sudah larut begini ngapain juga aku tunggu lagian ini juga sudah berakhir, aku terlalu memaksakan diri, terlalu berharap lebih, terlalu berharap yang tak pasti.
Toh lagi pula ngga ada gunanya lagi aku ganggu dia.
Hanya berharap, mungkin ini benar memang jalanku, mengagumi tanpa dicintai, dia juga udah kasih jawaban pasti to the point banget.
Aku kayaknya udah nentuin bagaimana, dan apa yang harus ku lakuin.
Dia memberikan keputusan yang pasti (end)
Aku gk bisa lagi ganggu, dia juga punya hak
Tapi setidaknya aku bakal nunggu beberapa hari
Beberapa hari tak ada kabar tentang dirinya ..
Seminggu, masih aku tak bisa lupakan dirinya
Dua minggu, banyak tugas sekolah membuat Sanji bingung
Lama kelamaan aku juga sudah lupa, tapi setidaknya aku juga sudah lupa
Hari itupun hari selasa, kebetulan Sanji ada les
Teman2: nji ayo kita syuting mandarin, kapan lagi coba tgl 1 Nov udh harus ngumpul, di rumah kereta ya
Sanji: hmm... iya gampang gue ngga bisa nolak, lagian bolos les cuma 1 hari doang
Tanpa terasa syuting sampai larut
Lamanya sampai Sanji lupa membuka hp, terdapat 3 buah sms
- dari XL
- dari kakak Sanji
- dari nomor ngga dikenal
Sanji bingung, hmm kira2 siapa ya.. oh iya jadi ingat ini kan nomernya delfi
tapi Sanji bingung ngapain juga dia sms
dengan sms aneh: 'Sanjiiiiiiiiiiiiii'
Bersambung..

0 komentar:
Posting Komentar